Punya Barang Bekas yang Masih Bagus? Coba, deh, Berbisnis Thrift Shop

content
Inspirasi UMKM

23/02/2022

Anda punya pakaian, tas, dan sepatu yang sudah tidak lagi digunakan, akan tetapi kondisinya masih bagus? Jangan keburu dibuang. Cucilah sampai bersih barang-barang tersebut dan juallah. Ya, menjual barang bekas dapat menjadi ide bisnis. Bisnis menjual barang bekas disebut thrift shop. Seperti apa tips berbisnis thrift shop? Simak selengkapnya di bawah ini.


1. Tentukan barang yang akan dijual

Sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis thrift shop, Anda harus terlebih dahulu menentukan barang yang hendak Anda jual. Barang yang akan Anda jual tersebut dapat Anda beli atau berasal dari koleksi Anda sendiri. 


Untuk bisa menentukan barang yang akan dijual, Anda perlu melakukan riset. Salah satu contoh riset sederhana adalah mencoba mencari tahu barang yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar tempat tinggal Anda. Dari situ, Anda dapat mencoba memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan barang yang mereka butuhkan.


Untuk bisnis thrift shop, barang yang dijual biasanya adalah barang fesyen, seperti pakaian, tas, dan sepatu. Jika Anda punya pakaian, tas, dan sepatu yang sudah tidak lagi digunakan, akan tetapi masih layak pakai, jangan dibuang. Kumpulkanlah pakaian, tas, dan sepatu bekas tersebut, lalu bukalah bisnis thrift shop. Bisa mendatangkan uang, bukan dari barang bekas?


2. Perhatikan kebersihan produk

Menjual barang bekas tidak berarti barang tersebut kotor. Sebaliknya, barang tersebut harus tetap bersih. Oleh karena itu, sebelum Anda menjual barang bekas Anda, pastikan Anda sudah membersihkannya terlebih dahulu, misalnya dengan mencucinya. Mencuci pun tidak boleh sembarangan, melainkan harus sampai benar-benar bersih.


Jika barang bekas tersebut bersih, barang bekas tersebut akan nampak seperti barang baru. Konsumen pun menyukainya dan tidak menutup kemungkinan mereka mau membelinya. Ya, barang bekas yang bersih akan mampu meningkatkan nilai jualnya.


3. Tentukan target pasar

Tips berbisnis thrift shop yang ketiga adalah menentukan target pasar. Target pasar tak lain dan tak bukan adalah siapa yang menjadi pelanggan atau konsumen Anda. Target pasar disesuaikan dengan barang yang Anda jual. Jika barang bekas yang Anda jual, misalnya adalah sepatu pantofel atau sepatu kets, maka yang menjadi target pasar Anda bisa anak muda generasi milenial sampai generasi Z.


Ketika target pasar sudah ditentukan, maka Anda bisa menentukan strategi pemasaran yang tepat, misalnya menentukan cara promosi thrift shop Anda. Cara berpromosi tentunya disesuaikan dengan karakteristik target pasar Anda. Sebagai contoh, jika target pasar Anda adalah generasi milenial sampai generasi Z, maka cara berpromosi yang bisa Anda lakukan adalah lewat Instagram atau Tik Tok.


4. Miliki pemasok

Sebenarnya untuk bisnis thrift shop, Anda tidak wajib memiliki pemasok sebab barang yang dijual bisa berasal dari koleksi barang Anda sendiri. Akan tetapi, kalau Anda tidak punya koleksi barang bekas yang bisa dijual, Anda dapat menggunakan pemasok. 


Memilih pemasok tidak boleh sembarangan, tetapi harus pemasok yang bisa menyediakan barang bekas yang berkualitas. Dengan demikian, barang bekas yang Anda jual pun berkualitas. Sesudah menemukan pemasok yang tepat, tugas Anda selanjutnya adalah mengajak pemasok tersebut untuk bekerja sama. Ini adalah hal yang tidak mudah. Anda harus super sabar saat melakukannya. Ada pemasok yang mudah diajak kerja sama, akan tetapi mematok harga yang cukup mahal. Sebaliknya, ada pemasok yang mematok harga lebih murah, akan tetapi susah untuk diajak bekerja sama. 


Oleh karenanya, kemampuan negosiasi Anda sangat dibutuhkan dalam hal ini. Anda harus pintar-pintar bernegosiasi hingga akhirnya Anda benar-benar menemukan pemasok pakaian yang tepat, yakni yang mudah diajak kerja sama dan mematok harga yang terjangkau.

Halaman: 2
TAG:
bisnis
barang bekas
thrift shop
tips